Studi Penggunaan Obat pada Pasien yang Mengalami Gagal Ginjal Akut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Gagal ginjal akut (GGA) merupakan masalah kesehatan global
dengan insiden dan mortalitas tinggi, termasuk di Yogyakarta. Faktor Risiko
meliputi usia lanjut, komorbiditas kronis, sepsis, dan penggunaan obat nefrotoksik.
Tujuan: Mengetahui profil karakteristik sosiodemografi dan klinis, gambaran
terapi farmakologi dan nonfarmakologi, gambaran luaran terapi (LoS dan status
keluar RS), serta hubungan karakteristik klinis dengan luaran terapi pada pasien
GGA di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional
retrospektif, menggunakan total sampling data rekam medis pasien GGA periode
2024-2025. Analisis deskriptif menggunakan Microsoft Excel, sedangkan uji
bivariat (chi-square) menggunakan RStudio.
Hasil: Dari 173 subjek, mayoritas laki-laki (58,96%) dan lansia (62,43%);
komorbid terbanyak anemia (28,29%); terapi farmakologi terbanyak furosemide
(46,36%); terapi nonfarmakologi terbanyak hemodialisis (58,64%); LoS ≥6 hari
(60,69%), meninggal (41,62%). Diagnosis GGA berhubungan signifikan dengan
LoS (p=0,001); ruang rawat ICU berhubungan signifikan dengan mortalitas
(p<0,001).
Kesimpulan: Pasien GGA didominasi laki-laki dan lansia dengan komorbid
anemia, terapi furosemid sebagai lini pertama, dan hemodialisis sebagai tindakan
nonfarmakologi paling sering. Faktor klinis seperti diagnosis, dan perawatan di
ruang ICU berkontribusi signifikan terhadap luaran terapi.
Collections
- Pharmacy [2101]
