| dc.description.abstract | Latar belakang: Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan
patogen resisten antibiotik yang menjadi penyebab utama infeksi nosokomial,
sehingga diperlukan metode deteksi yang cepat dan sensitif. AuNPs-aptamer
berpotensi dikembangkan sebagai aptasensor berbasis sifat surface plasmon
resonance (SPR) untuk deteksi MRSA.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan sistem AuNPs-aptamer
dalam mendeteksi MRSA serta menilai sensitivitasnya.
Metode: AuNPs disintesis menggunakan metode Turkevich dan dikonjugasikan
dengan aptamer spesifik MRSA. Karakterisasi dilakukan melalui analisis panjang
gelombang maksimum, distribusi ukuran partikel, dan potensial zeta untuk
mengevaluasi perubahan karakteristik AuNPs setelah modifikasi dengan aptamer.
Sensitivitas dievaluasi melalui kurva kalibrasi dengan penentuan LoD dan LoQ
menggunakan pendekatan ICH (LoD = 3,3σ/S; LoQ = 10σ/S) serta pendekatan
CLSI melalui perhitungan LoB (LoB = x̄blank + 1,645SD; LoD = LoB + 1,645SD).
Adapun presisi ditentukan berdasarkan nilai Relative Standart Deviation (%RSD).
Hasil dan pembahasan: Karakterisasi AuNPs sebelum dan sesudah modifikasi
aptamer menghasilkan pergeseran λmax dari 521,0 ± 1,4 nm menjadi 522,7 ± 0,0
nm, peningkatan Distribusi Ukuran Partikel dari 21,7 ± 0,5 nm menjadi 23,6 ± 0,1
nm, serta perubahan zeta potensial dari -52,0 ± 1,2 mV menjadi -36,1 ± 0,3 mV.
Kurva kalibrasi menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9962. Metode ini
memiliki batas deteksi (LoD) sebesar 101 CFU/mL dengan batas kuantifikasi (LoQ)
sebesar 101 CFU/mL berdasarkan pendekatan CLSI (respons blank), serta
menghasilkan nilai %RSD sebesar 1,2–2,0%.
Kesimpulan: AuNPs-aptamer menunjukkan kemampuan deteksi MRSA yang
sensitif dan konsisten, serta berpotensi sebagai metode deteksi alternatif yang
sederhana dan aplikatif. | en_US |