| dc.description.abstract | Latar belakang: Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan bagian penting
dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Pelaksanaan pelayanan
farmasi klinik dan waktu penyiapan (dispensing) perlu dievaluasi untuk mengetahui
kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pelayanan
farmasi klinik oleh apoteker, mengukur waktu dispensing resep, mengetahui waktu
peracikan resep racikan dan non-racikan, serta menganalisis hubungan antara waktu
peracikan dengan waktu dispensing di Puskesmas Gondokusuman 1 dan Puskesmas
Gondokusuman 2.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan
rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 392 resep di Puskesmas
Gondokusuman 1 dan 342 resep di Puskesmas Gondokusuman 2 yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Data pelayanan farmasi klinik diperoleh
melalui wawancara kepada apoteker menggunakan pedoman wawancara. Waktu
dispensing dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji korelasi
Spearman.
Hasil: Pengkajian dan pelayanan resep, pelayanan informasi obat, konseling,
monitoring efek samping obat, dan evaluasi penggunaan obat telah dilaksanakan
sesuai standar, sedangkan pemantauan terapi obat belum optimal karena tingginya
beban kerja. Rata-rata waktu penyiapan (dispensing) di Puskesmas Gondokusuman
1 untuk resep non-racikan dan racikan berturut-turut 7 menit dan 17,08 menit,
sedangkan di Puskesmas Gondokusuman 2 sebesar 6,56 menit dan 14,75 menit,
serta seluruhnya memenuhi standar pelayanan. Terdapat hubungan bermakna antara
waktu peracikan dengan waktu penyiapan (dispensing) resep (p < 0,05), dengan
kekuatan hubungan yang bervariasi pada masing-masing kelompok.
Kesimpulan: Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Gondokusuman 1 dan
Gondokusuman 2 telah dilaksanakan sesuai dengan standar, serta waktu dispensing
telah memenuhi ketentuan yang berlaku. | en_US |