Show simple item record

dc.contributor.authorTrismahwati, Dewi
dc.date.accessioned2026-08-31T07:54:29Z
dc.date.available2026-08-31T07:54:29Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66545
dc.description.abstractSalah satu cara untuk mengoptimalkan hasil kerja karyawan di BMT T, manajemen BMT T mengadakan penilaian kinerja karyawan secara periodik. Namun dalam proses pelaksanaannya, sistem tersebut menimbulkan persepsi negatif yang muncul di kalangan karyawan di berbagai cabang. Persepsi yang muncul adalah adanya manajer cabang yang melakukan penilaian kinerja terhadap pengelola secara subjektif. Persepsi lain yang muncul adalah penilaian kinerja yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri kurang efektif. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa reaksi karyawan terhadap proses penilaian kinerja yang ada menunjukkan sejauh mana karyawan yang bersangkutan menerima proses penilaian kinerja tersebut. Dengan kata lain karyawan akan menerima sistem penilaian kinerja jika prosedur penilaian kinerja yang berlaku dianggap adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem penilaian kinerja 360̊ dalam meningkatkan persepsi positif terhadap keadilan prosedural penilaian kinerja. Sampel penelitian berjumlah 38 karyawan yang terbagi secara acak ke dalam dua kelompok, 19 karyawan kelompok eksperimen dan 19 karyawan lainnya kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang digunakan untuk mengukur persepsi terhadap keadilan prosedural. Hasil analisis data dengan menggunakan independent sample t-test terhadap gain ternormalisasi, diperoleh nilai ttabel=2,02 dengan nilai thitung=3,275 (thitung>ttabel), dan nilai p sebesar 0,03 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan gain ternormalisasi dari kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan. Sedangkan analisis dengan paired sample t- test menunjukkan terdapat perbedaan persepsi pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pada kelompok eksperimen nilai t-hitung tidak berada diantara ±ttabel (thitung=-2,572, ttabel=2,110). Nilai probabilitas (p) yang dihasilkan yaitu sebesar 0,019 (p<0,05). Pada kelompok kontrol nilai thitung=0,513, yang menunjukkan nilai thitung berada diantara ±ttabel. Sedangkan nilai probabilitas yang dihasilkan sebesar 0,614 (p>0,05). Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang ditetapkan terbukti, yaitu penilaian kinerja 360̊ dapat meningkatkan persepsi positif keadilan prosedural penilaian kinerja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenilaian Kinerja 360̊,en_US
dc.subjectPersepsi Positif,en_US
dc.subjectKeadilan Proseduralen_US
dc.titlePengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Zikir untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Hipertensi Esensial Pralansiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10915039


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record