Show simple item record

dc.contributor.authorIsyara, Tiara
dc.date.accessioned2026-08-31T06:25:40Z
dc.date.available2026-08-31T06:25:40Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66538
dc.description.abstractLatar belakang: Hiperglikemia merupakan keadaan meningkatnya kadar glukosa dalam darah diatas batas normal yang memerlukan terapi antidiabetik. Pasien diabetes melitus sering menerima beberapa jenis obat antidiabetik secara bersamaan, sementara disfungsi ginjal dapat memengaruhi eliminasi obat, sehingga meningkatkan risiko perubahan respons terapi melalui pergeseran parameter farmakokinetik–farmakodinamik (FK/FD). Tujuan: Mengetahui hasil dan evaluasi antidiabetik untuk penanganan hiperglikemia serta pengaruh disfungsi ginjal pada pasien diabetes melitus di RSUD Sleman Metode: Penelitian observasional cross-sectional dengan data retrospektif pasien diabetes melitus di RSUD Sleman periode Januari-Desember 2025. Analisis FK-FD menggunakan software Monolix 2024R1 dan Simulx 2024R1 Hasil: Pemodelan FK-FD metformin (n=56) dan glimepirid (n=21) berhasil dikembangkan dengan evaluasi yang baik. Pada metformin, parameter ka, k, Vd, R0 , dan kout memiliki presisi yang baik, sedangkan pada glimepirid parameter ka, k, R0 , dan kout baik, namun Vd dan IC50 masih memiliki RSE > 30%. Usia, jenis kelamin, IMT, fungsi ginjal, dan kadar serum kreatinin merupakan kovariat yang memengaruhi parameter model. Penurunan gula darah puasa pada pasien dengan fungsi ginjal normal–ringan lebih besar dibandingkan disfungsi ginjal moderate, yaitu 33,12±45,07 vs 16,28±59,55 mg/dL pada metformin dan 62,44±74,97 vs 22,50±34,44 mg/dL pada glimepirid. Simulasi merekomendasikan regimen metformin 850 mg tiap 12 jam dan glimepirid 8 mg sekali sehari sebagai regimen optimal. Kesimpulan: Model FK-FD metformin dan glimepirid yang dikembangkan mampu menghasilkan parameter dengan evaluasi model yang baik. Faktor yang berpengaruh terhadap parameter FK-FD meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, fungsi ginjal, dan kadar serum kreatinin. Berdasarkan hasil simulasi, regimen metformin 850 mg setiap 12 jam dan glimepirid 8 mg sekali sehari merupakan regimen terapi yang optimal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntidiabetik, Hiperglikemia, Disfungsi ginjal, Farmakokinetik, Farmakodinamiken_US
dc.titleAnalisis Farmakokinetik-Farmakodinamik (FK/FD) Antidiabetik untuk Penanganan Hiperglikemia dengan Disfungsi Ginjal di RSUD Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613200


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record