Hubungan Antara Harga Diri dengan Perilaku Konsumtif Pembelian Pakaian Bermerek pada Mahasiswi
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara harga diri dengan perilaku konsumtif pembelian pakaian bermerek pada mahasiswi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara harga diri dengan perilaku konsumtif pembelian pakaian bermerek pada mahasiswi. Semakin tinggi harga diri pada mahasiswi maka semakin rendah tingkat perilaku konsumtif pembelian pakaian bermerek. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi Psikologi Universitas Islam Indonesia angkatan 2009 dan 2010 Yogyakarta dengan rentang usia 17-20 tahun. Skala harga diri yang digunakan dalam penelitian ini disusun berdasarkan teori harga diri oleh Coopersmith (1967) sementara skala perilaku konsumtif disusun berdasarkan teori perilaku konsumtif oleh Lina dan Rosyid (1997).
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dari Pearson. Teknik ini digunakan karena merupakan metode analisis korelasional yang dapat menguji hubungan antara dua variabel. Perhitungan statistik dilakukan dengan komputasi melalui bantuan SPSS 11.5 for windows. Dari analisis data yang dilakukan hasil menunjukkan koefisien korelasi sebesar (r)=-0,198 dengan nilai p=0.039 (p<0,05), maka hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif antara harga diri dengan perilaku konsumtif pembelian pakaian bermerek pada mahasiswi diterima.
Collections
- Psychology [1337]
