Kebermaknaan Hidup pada Penderita Gagal Ginjal Kronis
Abstract
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebermaknaan hidup pada penderita gagal ginjal kronis.Responden dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang telah menderita gagal ginjal kronis minimal satu tahun dan melakukan terapi hemodialisa atau cuci darah dua kali dalam seminggu. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara yang dilakukan pada responden dan informan. Sementara metode observasi digunakan untuk memperkuat data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita gagal ginjal kronis mengalami penderitaan akibat penyakitnya. Penyebab penderitaan responden pertama bisa dilihat dari sisi fisik dan psikologis.Sementara penderitaan responden kedua didominasi oleh penderitaan psikologis. Namun, pada akhirnya kedua responden mampu menerima keadaan dirinya dengan lebih sabar dan ikhlas. Kedua responden penelitian ini telah menenemukan makna hidupnya dengan sumber yang berbeda. Pada responden pertama sumber makna hidup didominasi dari aspek nilai bersikap sedangkan nilai kreatif dan penghayatan kurang maksimal. Sementara responden kedua sumber makna hidup berasal dari ketiga aspek yaitu nilai kreatif, penghayatan dan bersikap. Selain itu, pencapaian makna hidup kedua responden sama, yaitu hanya sampai pada tahap ketiga (penemuan makna) karena sikap keduanya belum memenuhi untuk masuk pada tahap keempat dan kelima yaitu tahap realisasi makna dan tahap kehidupan bermakna. Sebagai sesama penderita gagal ginjal kronis keduanya memiliki gambaran hidup yang berbeda. Hal ini terjadi karena perbedaan penderitaan yang diarasakan, sumber makna hidup, dan sampai tahapan mana pencapaian makna hidup itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pendapat Frankl (2003) yang menyatakan bahwa makna hidup setiap orang berbeda-beda.Meskipun terdapat perbedaan gambaran makna hidup pada kedua responden tersebut, namun makna hidup keduanya mendorong ke perubahan diri yang lebih baik, lebih sabar dan tabah dalam mengahadapi kehidupan, dan tidak larut dalam penderitaan penyakit yang dialaminya. Selain itu, kedua resepondenbisa menerima penyakitnya dan berusaha menjalani hidup sebaik mungkin.
Collections
- Psychology [1337]
