Hubungan antara Orientasi Masa Depan dengan Motivasi Belajar
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan positif antara orientasi masa depan dengan motivasi belajar. Hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan positif antara orientasi masa depan dengan motivasi belajar. Semakin tinggi orientasi masa depan, semakin tinggi motivasi motivasi belajar, sebaliknya semakin rendah orientasi masa depan, semakin semakin rendah motivasi belajar.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswi yang sedang menimba ilmu di SMA UII Yogyakarta, berjumlah 62 subjek. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 27-28 Februari 2009. Adapun skala yang digunakan adalah skala Orientasi Masa Depan yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Trommsdorff dan Lamm (2008), berjumlah 26 item. Sedangkan skala Motivasi Belajar disusun oleh peneliti berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Pintrich dan Schunk (Conley, 2006), berjumlah 25 item.
Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dari Pearson dengan fasilitas program SPSS 12.0 for windows untuk menguji apakah terdapat hubungan positif antara orientasi masa depan dengan motivasi belajar. Korelasi product moment menunjukkan korelasi sebesar r = 0,554 yang artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara orientasi masa depan dengan motivasi belajar. Jadi hipotesis penelitian diterima.
Collections
- Psychology [1337]
