Show simple item record

dc.contributor.authorCholisoh, Feny
dc.date.accessioned2026-08-29T01:51:02Z
dc.date.available2026-08-29T01:51:02Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66443
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religious involvement dan subjective well-being pada masyarakat miskin. Asumsi yang diajukan bahwa ketika religious involvementpada masyarakat miskin tinggi maka tinggi pula subjective well-beingnya. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat miskin sebanyak 64 subjek yang ditandai dengan menerima bantuan dari pemerintah berupa BLT, PKH, BLSM dan lainnya di wilayah Kulon Progo. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala subjective well-beingyang dibuat sendiri oleh peneliti mengadaptasi dari teori Ryan dan Deci (Keyes & Magyar-Moe, 2003) dan religious involvement dibuat sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada teori Scott, Munson, dkk (2006) dan mengadaptasi sedikit dari National Institute on Aging/Fetzer (2003). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Product Moment Pearson. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwareligious involvementcukup berkorelasi secara signifikan dengan subjective well-being dengan nilai r = 0.456, yang berarti cukup berkorelasi dan nilai p=0.00 (p<0.05).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectReligious Involvementen_US
dc.subjectSubjective Well-Beingen_US
dc.subjectMasyarakat Miskinen_US
dc.titleReligious Involvement dan Kesejahteraan Subjektif Pada Masyarakat Miskinen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10320281


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record