| dc.description.abstract | Pekerjaan pengecoran pier head pada Proyek LRT Jakarta Fase 1B memerlukan sistem
heavy shoring sebagai struktur sementara yang berfungsi menahan beban selama proses konstruksi.
Mengingat besarnya beban yang bekerja serta pentingnya keamanan struktur sementara terhadap
keberhasilan pekerjaan pengecoran, diperlukan evaluasi untuk memastikan kapasitas dan kinerja
sistem heavy shoring memenuhi persyaratan kekuatan dan stabilitas. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi keamanan sistem heavy shoring pada pekerjaan pier head.
Objek penelitian yang ditinjau adalah Portal P107B yang memiliki kondisi pembebanan
paling kritis. Analisis dilakukan terhadap elemen bekisting, platform, balok pendukung, pipe
support, rangka truss, tower shoring, dan sambungan baut dengan mempertimbangkan beban mati,
beban hidup, beban angin, beban horizontal, serta beban beton basah. Pemodelan dan analisis
dilakukan menggunakan SAP2000 berdasarkan metode Allowable Stress Design (ASD), sedangkan
verifikasi kapasitas elemen dan sambungan dilakukan melalui perhitungan manual dengan mengacu
pada AISC ASD-1989, SNI 1725:2016, SNI 1727:2020, SNI 1729:2015, ACI 347-14, dan ASCE 7-
02.
Hasil analisis menunjukkan sebagian besar elemen memenuhi persyaratan kekuatan dan
lendutan yang diizinkan. Nilai rasio kapasitas maksimum pada rangka truss sebesar 0,89 dan pada
tower shoring sebesar 0,633, yang masih berada di bawah batas izin. Namun, hasil analisis SAP2000
menunjukkan profil IWF 700x300 dan IWF 200x100 memiliki rasio geser melebihi batas izin. Hasil
verifikasi manual menunjukkan kapasitas geser kedua profil masih lebih besar dibandingkan gaya
geser yang bekerja sehingga tetap memenuhi persyaratan keamanan. Berdasarkan hasil evaluasi
tersebut, sistem heavy shoring pada pekerjaan pier head Proyek LRT Jakarta Fase 1B dinyatakan
aman serta mampu memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan stabilitas selama proses
pengecoran berlangsung. | en_US |