Analisis pengaruh jumlah strands terhadap total kehilangan gaya prategang pada balok beton prategang tipe PCI Girder (Studi Kasus: Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 1)
Abstract
Strands baja pada beton prategang berfungsi memberikan gaya prategang agar balok mampu
menahan beban besar dengan lebih efisien. Pada proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket 1 Seksi
1, balok PCI girder menggunakan 62 strands. Jumlah tersebut dapat berbeda dengan kebutuhan
desain karena kondisi teknis pelaksanaan, kebutuhan kapasitas struktur, dan efisiensi pekerjaan.
Penambahan jumlah strands dapat meningkatkan kapasitas lentur balok, tetapi juga mengubah
besarnya kehilangan gaya prategang. Berdasarkan kondisi tersebut, analisis pengaruh variasi jumlah
strands terhadap kehilangan gaya prategang penting dilakukan untuk mengetahui faktor kehilangan
yang memberikan pengaruh tersbesar terhadap gaya prategang.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan data proyek Jalan Tol
Yogyakarta-Bawen Paket 1 Seksi 1. Analisis dimulai dari jumlah strands eksisting di lapangan, yaitu
62 strands. Hasil perhitungan kebutuhan strands menunjukkan bahwa jumlah strands yang
dibutuhkan adalah 46 strands. Perbedaan antara jumlah strands eksisting dan jumlah strands hasil
perhitungan menjadi dasar analisis pengaruh variasi jumlah strands terhadap kehilangan gaya
prategang. Faktor kehilangan gaya prategang yang dianalisis meliputi anchorage friction, jack
friction, elastic shortening,anchoring, dan relaxation of tendon. SNI 1725:2016 digunakan sebagai
pedoman perhitungan pembebanan jembatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah strands berpengaruh terhadap total
kehilangan gaya prategang. Pada kondisi 46 strands, yaitu jumlah yang diperoleh dari hasil
perhitungan, total kehilangan gaya prategang sebesar 23,9%. Kehilangan gaya prategang tersebut
meningkat menjadi 28,6% pada kondisi eksisting dengan 62 strands, dengan rata-rata kenaikan
sebesar 1,1% untuk setiap penambahan satu strands. Faktor kehilangan gaya prategang yang
memberikan pengaruh terbesar adalah elastic shortening, kemudian anchoring dan relaxation of
tendon.
Collections
- Civil Engineering [4889]
