Hubungan antara Komunikasi Pasif dengan Kecenderungan Perilaku Agresif pada Suami
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada hubungan positif antara komunikasi pasif dengan kecenderungan perilaku agresif pada suami. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positifantara komunikasi pasif dengan kecenderungan perilaku agresif pada suami. Semakin tinggi komunikasi pasif maka semakin tinggi kecenderungan perilaku agresif. Sebaliknya semakin rendah komunikasi pasif, semakin rendah kecenderungan perilaku agresif. Subyek dalam penelitian ini adalah laki-laki yang telah menikah, berusia 23-56 tahun dengan usia pernikahan berkisar antara 2 tahun hingga 30 tahun, pendidikan minimal SMU, tingkat social ekonomi menengah ke bawah dan sebanyak 106 orang yang berdomisili di Jakarta, tepatnya tinggal di wilayah Kepa Duri, Jakarta Barat dan Petukangan, Jakarta Selatan. Teknik pengambilan subyek yang digunakan adalah metode quota sampling. Adapun skala perilaku agresif suami yang digunakan adalah hasil modifikasi dari Conflict Tactics Scale 2 dari Straus, dkk (1996), yang mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Straus, dkk (1996) dan skala komunikasi pasif yang disusun oleh peneliti sendiri dengan mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Hopson dan Hopson (2002). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS versi 13,0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara komunikasi pasif dengan kecenderungan perilaku agresif pada suami. Korelasi product moment dari Pearson menunjukkan korelasi sebesar r=0,209 dengan p=0,012 (p<0,05), sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara komunikasi pasif dengan kecenderungan perilaku agresif pada suami dapat diterima. Hasil uji korelasi tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel penelitian.
Collections
- Psychology [1337]
