| dc.description.abstract | Latar belakang: Identifikasi DNA babi penting untuk menjamin kehalalan produk
pangan. Penelitian sebelumnya telah berhasil mengembangkan metode multiplex
polymerase chain reaction (multiplex PCR) menggunakan target gen 12S rRNA
untuk identifikasi DNA babi, ayam, dan sapi dengan spesifisitas tinggi serta
memiliki batas deteksi 2,74-32,72 pg/μL. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
ketahanan (robustness) metode tersebut terhadap variasi suhu annealing dan pH
buffer PCR.
Tujuan: Mengevaluasi ketahanan metode multiplex PCR terhadap variasi suhu
annealing dan pH buffer.
Metode: Penelitian diawali dengan melakukan isolasi DNA babi, sapi, ayam, dan
ikan tenggiri, dilanjutkan dengan pemeriksaan kualitas DNA, dan amplifikasi
menggunakan metode multiplex PCR. Uji robustness dilakukan pada variasi suhu
annealing 58°C dan 62°C serta pH buffer PCR sebesar 7,8 dan 9,7. Hasil
amplifikasi divisualisasikan menggunakan elektroforesis gel agarosa 1%.
Hasil: Variasi suhu annealing 58°C dan 62°C menghasilkan pita DNA target yang
konsisten tanpa adanya amplifikasi pada kontrol negatif dan No Template Control
(NTC). Sebaliknya, pada variasi pH buffer 7,8 dan 9,7 amplifikasi DNA target tidak
optimal, dan target tidak teridentifikasi secara jelas.
Kesimpulan: Metode multiplex PCR terbukti robust terhadap variasi suhu
annealing, tetapi tidak robust terhadap variasi pH buffer PCR. | en_US |