| dc.description.abstract | Kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan dan
keberlangsungan operasional pada area pertambangan terbuka. Lereng pada area Top Upper Gallery
Balambano Dam PT Vale memiliki potensi ketidakstabilan akibat kondisi geometri lereng,
karakteristik tanah, serta pengaruh beban gempa sehingga diperlukan upaya perkuatan untuk
meningkatkan faktor keamanannya. Penelitian yang berjudul "Analisis Kestabilan Lereng dengan
Soil Nailing dan Shotcrete pada Area PT Vale" ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tanah
eksisting berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT), mengevaluasi nilai faktor keamanan
lereng sebelum dan sesudah perkuatan, serta menentukan desain perkuatan lereng yang paling
optimal menggunakan kombinasi soil nailing dan shotcrete.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan analitik dan numerik. Analisis stabilitas
lereng eksisting dilakukan dengan metode Bishop melalui program SLOPE/W, metode elemen
hingga menggunakan PLAXIS, serta perhitungan manual menggunakan metode Fellenius.
Selanjutnya dilakukan modifikasi geometri lereng untuk mengurangi sudut kemiringan lereng,
kemudian dianalisis kembali menggunakan PLAXIS. Evaluasi stabilitas internal dan eksternal
perkuatan dilakukan dengan metode baji (wedge). Variasi desain yang dianalisis meliputi
penggunaan diameter nail sebesar 25 mm dan 29 mm, dengan panjang nail 6 m, spasi horizontal dan
vertikal 1 m, kemiringan pemasangan 15°, serta kemiringan lereng 45°, sehingga dapat ditentukan
konfigurasi perkuatan yang paling efektif..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng eksisting berada pada kondisi tidak aman
dengan nilai faktor keamanan sebesar 1,030 (SLOPE/W), 0,956 (PLAXIS), dan 1,057 (Fellenius)
pada kondisi tanpa beban gempa, sedangkan pada kondisi gempa nilai faktor keamanannya sebesar
0,751 (SLOPE/W) dan 0,717 (PLAXIS). Setelah dilakukan modifikasi geometri lereng serta
pemasangan soil nailing dan shotcrete, nilai faktor keamanan meningkat menjadi 1,811 pada kondisi
tanpa gempa dan 1,216 pada kondisi gempa berdasarkan analisis PLAXIS, sehingga memenuhi
persyaratan keamanan. Hasil analisis metode baji menunjukkan bahwa penggunaan nail berdiameter
29 mm memberikan nilai faktor keamanan global sebesar 2,77 serta memenuhi persyaratan stabilitas
internal terhadap putus dan cabut tulangan. Oleh karena itu, desain perkuatan yang paling optimal
adalah soil nailing berdiameter 29 mm dengan panjang 6 m, spasi 1 m × 1 m, kemiringan
pemasangan 15°, dan kemiringan lereng 45°, yang dikombinasikan dengan shotcrete sebagai
pelindung permukaan lereng. | en_US |