Analisis kandungan klorin (Cl) dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu sisa pembakaran di TPST Sendangsari, Sleman, D.I. Yogyakarta
Abstract
Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Sleman mendorong adanya
pengembangan pengolahan sampah dengan menggunakkan teknologi Refuse
Derived Fuel (RDF) yang dapat digunakkan sebagai bahan bakar alternatif. TPST
Sendangsari merupakan salah satu tempat pengolahan sampah terpadu yang telah
melakukan pengolahan sampah menjadi RDF. TPST sendangsari juga
menggunakkan alat roraty drying untuk pengeringan, dimana menghasilkan
residu berupa Bottom Ash. Kandungan klorin (Cl) dan logam berat pada RDF
maupun Bottom Ash yang dihasilkan perlu diketahui guna memastikan keamanan
dan kualitas pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
kandungan klorin (Cl) dan kandungan logam berat yang meliputi Seng (Zn), Besi
(fe), Kromium (Cr), Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb).
Penelitian ini menggunakkan metode grab sampling dalam pengambilan
sampel. Analisis kandungan logam berat menggunakkan metode Atomic
Absorption Spectophotometry (AAS) yang mengacu pada SNI 8910-2021,
sedangkan analisis kandungan klorin menggunakkan metode Spektrofotometer
UV-Vis dan mengacu pada SNI 8966-2021. Sebelum dianalisis, dilakukan
preparasi sampel terlebih dahulu melalui proses pengeringan, pengabuan, dan
destruksi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel uji terdapat
kandungan logam berat dan klorin di dalamnya. kandungan klorin tertinggi
terdapat pada sampel RDF Tersimpan dengan kadar 39,42 mg/kg dan terendah
pada sampel bottom ash dengan kadar 5,20 mg/kg. Ketiga sampel uji terdapat
kandungan logam berat dengan parameter tertinggi yaitu besi (Fe) dengan kadar
1692,85 mg/kg pada bottom ash, 1686,27 mg/kg pada RDF Baru (Fresh RDF),
dan 1424,15 mg/kg pada RDF Tersimpan.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
