| dc.description.abstract | PT Pertamina Patra Niaga sebagai perusahaan yang bergerak dalam perdagangan dan
distribusi energi memiliki aktivitas rantai pasok yang kompleks serta melibatkan
pemasok, vendor, kontraktor, dan mitra kerja. Kondisi tersebut menuntut proses
pengadaan tidak hanya berorientasi pada biaya, kualitas, dan ketepatan waktu, tetapi juga
memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian implementasi praktik sustainable
procurement pada PT Pertamina Patra Niaga berdasarkan Sustainability Report Tahun
2024 dengan mengacu pada ISO 20400:2017 Klausul 7, serta menyusun usulan
improvement berdasarkan best practice SCOR Digital Standard versi 14. Penelitian ini
menggunakan pendekatan content analysis dengan bantuan NVivo 15, penilaian
disclosure dan substansi menggunakan skala 0–3, analisis akar masalah menggunakan
fishbone diagram, serta validasi melalui Focus Group Discussion bersama akademisi dan
praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat substansi praktik sustainable
procurement belum merata pada seluruh kategori. Kategori Membangun dari Proses yang
Sudah Ada memperoleh nilai 100%, Mengintegrasikan Persyaratan Keberlanjutan ke
dalam Spesifikasi 60%, Memilih Pemasok 58%, Manajemen Kontrak 52%, Perencanaan
44%, dan Meninjau dan Mempelajari Kontrak 0%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa
perusahaan telah memiliki dasar penerapan pengadaan berkelanjutan, tetapi masih
terdapat kesenjangan pada tahap perencanaan, prakualifikasi pemasok, penyusunan
rencana manajemen kontrak, serta evaluasi pascakontrak. Usulan improvement diarahkan
pada penyusunan prosedur perencanaan pengadaan berkelanjutan, templat spesifikasi
keberlanjutan, prosedur pemilihan pemasok berbasis risiko, rencana manajemen kontrak
berkelanjutan, serta SOP peninjauan dan pembelajaran pascakontrak. | en_US |