Nanoenkapsulasi minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle (L.)) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Abstract
Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle L.) diketahui
memiliki senyawa aktif dengan aktivitas antibakteri, namun sifatnya yang volatil
dan mudah teroksidasi membatasi stabilitas dan efektivitasnya sehingga diperlukan
teknik nanoenkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak
atsiri serai dapur dan sirih hijau, membuat formulasi nanoenkapsulasi, serta
menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia
coli. Nanoenkapsulasi dilakukan dengan metode freeze-drying menggunakan
kombinasi maltodekstrin dan gum arab sebagai bahan penyalut pada berbagai
formulasi (EOL, EOPB, dan EOPBL) dengan variasi rasio inti-penyalut dan
konsentrasi minyak atsiri. Karakterisasi hasil enkapsulasi meliputi uji organoleptik,
efisiensi enkapsulasi (% EE), analisis morfologi (SEM), dan ukuran partikel (PSA).
Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi sumuran terhadap media selektif
EMB dan MSA. Hasil GC-MS menunjukkan minyak atsiri serai dapur didominasi
senyawa citral 81,74%, geranial 49,45% dan β-citral 32,15%, minyak atsiri sirih
hijau didominasi senyawa fenolik turunan eugenol 68,73%; eugenol 27,07%,
chavicol acetate 17,94%, dan acetyl eugenol 13,42%. Rata-rata efisiensi
enkapsulasi (% EE) seluruh formulasi mencapai 92,04%, dengan ukuran partikel
formulasi EOPBL 1 sebesar 144,5 nm dan indeks polidispersitas sebesar 0,3989,
tergolong dalam skala nanopartikel. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan
formulasi EOPB 1 dan EOPBL 1 memberikan zona hambat terbesar pada kedua
bakteri uji. Secara umum, seluruh formulasi menunjukkan aktivitas antibakteri
yang lebih tinggi terhadap S. aureus dibandingkan E. coli. Nanoenkapsulasi minyak
atsiri serai dapur dan sirih hijau dengan metode freeze-drying berhasil
menghasilkan partikel berukuran nano dengan efisiensi enkapsulasi tinggi, serta
berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami terhadap S. aureus dan E.
coli.
Collections
- Master of Chemistry [72]
