| dc.contributor.author | Ahmad, Zahid Zaidan | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-26T02:48:24Z | |
| dc.date.available | 2026-08-26T02:48:24Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uii.ac.id/123456789/66344 | |
| dc.description.abstract | Pembelajaran teknis seorang insinyur bertujuan untuk memberikan
pengalaman secara langsung mengenai kondisi dan praktik dari pekerjaan yang
akan dilakukan. Salah satu cara dapat dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut adalah melakukan sebuah pelajaran praktik menggunakan sebuah alat
praktikum yang mengikuti perkembangan industri agar memberikan pemahaman
dan konsep berkualitas. Perancangan alat dibuat dalam alur sistematis
menggunakan sebuah produk nyata yang dipilih menggunakan perbandingan
tingkat proses dan mekanisme pada setiap produk sehingga menghasilkan produk
terpilih (nasal inhaler). Nasal inhaler merupakan sebuah produk medis kecil yang
berfungsi untuk memberikan kelegaan pada hidung tersumbat. Proses perakitan
nasal inhaler terdiri dari 6 tahap, tetapi alat yang dibuat dibatasi dari tahap 1 hingga
tahap 3, yaitu pemasukan part outer tube, pemasukan part inner tube, dan
pengencangan kedua part menggunakan mekanisme rotasi. Ketiga tahapan
tersebut dilakukan pada meja indeks dengan tipe rotary dan stasiun proses. Stasiun
1 berfungsi untuk memasukkan part outer tube secara langsung dengan lintasan
feed. Stasiun 2 menjalankan proses pemasukan inner tube ke dalam outer tube di
meja indeks menggunakan mekanisme capit dan pendorong pneumatik. Stasiun 3
bertugas untuk mengencangkan kedua part dengan menjepit part outer tube oleh
gripper pneumatik untuk menahan rotasi yang akan dihasilkan motor DC pada
inner tube. Arsitektur kontol mengadopsi sistem master-slave berbasis
mikrokontroler, menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai master yang
diprogram dengan ladder diagram di aplikasi OpenPLC serta Arduino Uno sebagai
slave pengendali motor stepper dan motor DC. Hasil yang didapatkan dari
pengujian alat dalam 10 siklus otomatis yang setiap siklusnya memiliki 5 buah part
memiliki hasil konsistensi keberhasilan perakitan 100% pada stasiun 1, 92% pada
stasiun 2, dan 90% pada stasiun 3. Apabila diasumsikan stasiun 2 berhasil penuh
maka konsistensi keberhasilan stasiun 3 menjadi 96%. Hasil dari fabrikasi dan
pengujian menjadikan alat ini sebagai media pembelajaran otomasi yang efektif. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Otomasi, Nasal Inhaler, Sistem Mekanik, Sistem Kontrol, Perakitan | en_US |
| dc.title | Media pembelajaran otomasi industri: rancang bangun sistem perakitan produk nasal inhaler | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 21525105 | |