| dc.description.abstract | Latar belakang: Perencanaan dan pengendalian persediaan obat merupakan bagian penting dalam pengelolaan obat di puskesmas untuk menjamin ketersediaan obat secara tepat jumlah dan tepat waktu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengendalian persediaan obat di Puskesmas Magelang Selatan tahun 2025.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data retrospektif yang bersumber dari dokumen Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPPO) tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan indikator ketepatan perencanaan obat, penyimpangan perencanaan obat, tingkat ketersediaan obat, stok mati, obat kedaluwarsa, Safety Stock (SS), dan Reorder Point (ROP), serta uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan perencanaan dengan ketersediaan obat.
Hasil: Ketepatan perencanaan obat kategori tepat sebesar 7,95%, berlebih 46,59%, dan kurang 45,45%. Penyimpangan perencanaan kategori kurang 45,45%, berlebih 45,45%, dan tepat 9,09%. Tingkat ketersediaan obat kategori tepat sebesar 59,09%, kurang 27,27%, dan berlebih 13,64%. Uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan obat dan tingkat ketersediaan obat (p > 0,05). Persentase stok mati sebesar 29% dan obat kedaluwarsa sebesar 2%. Analisis ROP menunjukkan 49,5% item obat berada pada kategori sesuai dan 50,5% tidak sesuai.
Kesimpulan: Perencanaan dan pengendalian persediaan obat di Puskesmas Magelang Selatan tahun 2025 belum optimal, ditunjukkan oleh rendahnya ketepatan perencanaan obat, belum optimalnya penerapan Reorder Point (ROP), serta masih ditemukannya stok mati dan obat kedaluwarsa di atas standar. Sementara itu, indikator yang telah memenuhi standar adalah tingkat ketersediaan obat, sebesar 59,09% berada pada kategori tepat. | en_US |