Konsistensi Dukungan Indonesia dalam Kebijakan Luar Negeri terhadap Isu Genosida Israel atas Palestina di Gaza (2023–2024)
Abstract
Penelitian ini menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia terhadap isu
genosida di Gaza pada periode 2023–2024 dengan menggunakan kerangka analitis
Decision Making William D. Coplin (1971). Penelitian ini bertujuan menjelaskan
faktor-faktor yang memengaruhi proses pengambilan keputusan kebijakan luar
negeri Indonesia terhadap isu genosida di Gaza. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan pengumpulan data
melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber primer maupun sekunder yang
relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor Coplin berinteraksi
secara bersama-sama dalam membentuk kebijakan Indonesia. Dari sisi politik
dalam negeri, tekanan mass influencer berupa solidaritas publik yang kuat, serta
peran interest influencer dan partisan influencer seperti organisasi keagamaan dan
partai politik, serta bureaucratic influencer secara konsisten mendorong pemerintah
untuk mengambil posisi pro-Palestina. Dari sisi kondisi ekonomi dan militer,
ketiadaan hubungan diplomatik dan ketergantungan ekonomi dengan Israel
meminimalkan biaya strategis dari sikap tersebut, sementara kapasitas ekonomi
Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan kapasitas militer TNI AL
memungkinkan bantuan kemanusiaan yang konkret, termasuk pengiriman KRI dr.
Radjiman Wedyodiningrat-992 sebagai kapal rumah sakit terapung. Dari sisi
konteks internasional, polarisasi Global South versus Barat, kepentingan bersama
dalam kerangka OKI dan PBB, prinsip politik bebas aktif, serta ketiadaan hubungan
diplomatik dengan Israel justru menciptakan peluang normatif dan reputasional
yang mendukung sikap tegas Indonesia.
Collections
- International Relations [1021]
