| dc.description.abstract | Latar belakang: Variabilitas antar individu menyebabkan respon terhadap
metformin berbeda, sehingga tidak semua pasien mencapai target terapi. Oleh
karena itu, diperlukan Therapeutic Drug Monitoring (TDM) berbasis pemodelan
FK-FD populasi dalam optimalisasi dosis individu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi
pemodelan FK-FD berbasis populasi, mengidentifikasi kovariat yang berpengaruh,
serta menilai hasil TDM sebagai dasar rekomendasi dosis.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan
rancangan cross-sectional prospective melibatkan 16 pasien DM Tipe 2 dengan
monoterapi metformin. Kadar metformin dianalisis menggunakan UHPLC-DAD.
Pemodelan FK-FD populasi dilakukan dengan menggunakan Monolix 2024R1.
Hasil pemodelan kemudian digunakan untuk menyusun rekomendasi dosis
menggunakan Simulx 2024R1.
Hasil: Pemodelan FK-FD dapat dilakukan dengan pendekatan sparse sampling
data dan menghasilkan model indirect response model. Parameter estimasi yang
diperoleh meliputi ka sebesar 0,26 jam-1
, Vd sebesar 113,48 L, k sebesar 0,25 jam-
1
, Cc0 sebesar 0,79 mg/mL, R0 sebesar 253,53 mg/dL, kout sebesar 0,91 jam-1
, dan
IC50 sebesar 2,27 μg/mL. Analisis kovariat menunjukkan bahwa kovariat tidak
mempengaruhi parameter FK-FD populasi. Hasil TDM menunjukkan 6 dari 16
pasien memerlukan penyesuaian dosis dan interval pemberian.
Kesimpulan: TDM berbasis pemodelan FK-FD populasi dapat digunakan sebagai
dasar evaluasi regimen dosis. | en_US |