| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara gaya kelekatan aman dengan harga diri pada remaja. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara gaya kelekatan aman dengan harga diri pada remaja. Semakin tinggi gaya kelekatan aman yang diperoleh semakin tinggi pula tingkat harga diri pada remaja. Sebaliknya semakin rendah gaya kelekatan aman yang diperoleh semakin rendah pula tingkat harga diri remaja.
Subjek dalam penelitian ini adalah 122 siswa-siswi SMA Negeri 1 Sleman yang duduk di kelas XI dan berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode skala untuk mengetahui tingkat gaya kelekatan aman dan harga diri subjek. Adapun skala yang digunakan adalah Skala Gaya Kelekatan Aman berjumlah 52 aitem, mengacu pada karakteristik gaya kelekatan aman yang dikemukakan oleh Helmi (1999). Skala Harga Diri yang berjumlah 59 aitem, mengacu pada aspek-aspek harga diri yang diungkapkan Coopersmith (1967).
Data penelitian dianalisis dengan teknik uji korelasi statistik non-parametrik dari Spearman-rho karena sebaran data tidak normal dengan bantuan program SPSS versi 12.0 for Windows. Hasilnya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara gaya kelekatan aman dengan harga diri pada remaja, dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi r = 0,750 dengan p = 0,000 (p < 0,01), yang berarti bahwa semakin tinggi gaya kelekatan aman pada diri remaja maka semakin tinggi tingkat harga dirinya, begitu pula sebaliknya. Subjek umumnya memiliki tingkat harga diri yang tergolong tinggi. | en_US |