| dc.description.abstract | Tingkat keterikatan kerja karyawan milenial di Indonesia tergolong rendah, yaitu
hanya sekitar 25% yang terikat penuh dengan organisasinya, sehingga berdampak
pada penurunan produktivitas dan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan keterikatan kerja pada karyawan
milenial, serta mengetahui aspek keterikatan kerja yang memiliki hubungan paling
kuat dengan dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain korelasional, melibatkan 122 karyawan swasta yang terdiri dari laki-
laki dan perempuan, berusia 25 hingga 45 tahun, dan memiliki masa kerja minimal
satu tahun. Instrumen yang digunakan meliputi skala keterikatan kerja dan skala
dukungan sosial yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan positif dan signifikan dengan
seluruh aspek keterikatan kerja (p < .001). Ditinjau dari kekuatan hubungan, aspek
dedication memiliki hubungan paling kuat dengan dukungan sosial dibandingkan
aspek lainnya, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.516. Selain itu, ditemukan
perbedaan yang signifikan antara karyawan laki-laki dan perempuan pada tingkat
dukungan sosial maupun seluruh aspek keterikatan kerja, di mana karyawan laki-
laki secara konsisten memperoleh nilai yang lebih tinggi. Dengan demikian,
hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara dukungan
sosial dan keterikatan kerja pada karyawan milenial. Semakin tinggi dukungan
sosial yang dirasakan karyawan, semakin tinggi pula keterikatan kerja yang
dimilikinya. | en_US |