Show simple item record

dc.contributor.authorKirana, Putri Amanda Saskia
dc.date.accessioned2026-08-20T06:28:51Z
dc.date.available2026-08-20T06:28:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66209
dc.description.abstractRumah swadaya merupakan bentuk penyediaan hunian yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat dengan keterbatasan sumber daya, sehingga kualitas bangunan yang dihasilkan sangat bervariasi. Permasalahan yang sering terjadi meliputi ketidaksesuaian struktur, penggunaan material yang tidak memenuhi standar, serta rendahnya pengetahuan teknis masyarakat dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas rumah hasil pembangunan swadaya oleh masyrakat dan menentukan bobot kepentingan masing-masing faktor yang mempengaruhi kualitas rumah swadaya. Peningkatan kualitas seharusnya dimulai dari kesalahan kesalahan yang terjadi pada bangunan, kesalahan sanitasi, elevasi, vertikalitas, sempadan, akses kendaraan dan orang. Kemudian identifikasi pada bangunan perlu dilakukan guna untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya agar tercapai hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan. Pada tahap analisis data selanjutnya alat utama penelitian ini adalah kuesioner sebagai alat untuk melakukan wawancara terstruktur. Struktur kuesioner ini akan memastikan bahwa parameter utama dari variabel yang diteliti dapat diukur secara kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi, menganalisis, dan memotret objek pada bangunan rumah swadaya. Kemudian menganalisis data yang akan diperoleh dengan uji validitas dan reabilitas. Setelah itu data yang dikumpulkan kemudian akan dianalisis deskriptif untuk mementukan faktor dominan yang perlu di prioritaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan analisis deskriptif. Aspek struktural dan arsitektural memperoleh penilaian yang relatif tinggi dibandingkan faktor lainnya. Tingginya nilai Aspek struktural menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran terhadap pentingnya aspek keamanan kontruksi. Nilai tinggi pada aspek arsitektural menunjukkan bahwa meskipun rumah dibangun secara swadaya, masyarakat mulai memperhatikan aspek kenyamanan hunian. Faktor mekanikal dan elektrikal berada pada posisi terbawah, dengan elektrikal sebagai yang paling rendah. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam kualitas pembangunan rumah swadaya, di mana aspek utilitas belum mendapatkan perhatian yang seimbang dibandingkan aspek lainnya. Nilai yang relatif rendah ini juga mengindikasikan permasalahan pada kedua aspek tersebut. Dengan demikian, kualitas rumah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, dengan kecenderungan masyarakat lebih memprioritaskan aspek struktur dan arsitektural dibandingkan aspek lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya peningkatan kualitas rumah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectrumah swadaya, kualitas bangunan, faktor teknis, analisis deskriptif, SPSSen_US
dc.titleIdentifikasi Faktor-Faktor untuk Meningkatkan Kualitas Rumah Swadaya (Identification of Factors to Improve the Quality of Self-Help Housing)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511239


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record