| dc.description.abstract | Rumah swadaya merupakan bentuk penyediaan hunian yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat
dengan keterbatasan sumber daya, sehingga kualitas bangunan yang dihasilkan sangat bervariasi. Permasalahan
yang sering terjadi meliputi ketidaksesuaian struktur, penggunaan material yang tidak memenuhi standar, serta
rendahnya pengetahuan teknis masyarakat dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas rumah hasil pembangunan swadaya oleh masyrakat
dan menentukan bobot kepentingan masing-masing faktor yang mempengaruhi kualitas rumah swadaya.
Peningkatan kualitas seharusnya dimulai dari kesalahan kesalahan yang terjadi pada bangunan, kesalahan
sanitasi, elevasi, vertikalitas, sempadan, akses kendaraan dan orang. Kemudian identifikasi pada bangunan
perlu dilakukan guna untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya agar tercapai hunian yang layak, aman, dan
berkelanjutan.
Pada tahap analisis data selanjutnya alat utama penelitian ini adalah kuesioner sebagai alat untuk
melakukan wawancara terstruktur. Struktur kuesioner ini akan memastikan bahwa parameter utama dari
variabel yang diteliti dapat diukur secara kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi, menganalisis,
dan memotret objek pada bangunan rumah swadaya. Kemudian menganalisis data yang akan diperoleh dengan
uji validitas dan reabilitas. Setelah itu data yang dikumpulkan kemudian akan dianalisis deskriptif untuk
mementukan faktor dominan yang perlu di prioritaskan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian dinyatakan valid dan reliabel.
Berdasarkan analisis deskriptif. Aspek struktural dan arsitektural memperoleh penilaian yang relatif tinggi
dibandingkan faktor lainnya. Tingginya nilai Aspek struktural menunjukkan bahwa masyarakat memiliki
kesadaran terhadap pentingnya aspek keamanan kontruksi. Nilai tinggi pada aspek arsitektural menunjukkan
bahwa meskipun rumah dibangun secara swadaya, masyarakat mulai memperhatikan aspek kenyamanan
hunian. Faktor mekanikal dan elektrikal berada pada posisi terbawah, dengan elektrikal sebagai yang paling
rendah. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam kualitas pembangunan rumah swadaya, di mana aspek
utilitas belum mendapatkan perhatian yang seimbang dibandingkan aspek lainnya. Nilai yang relatif rendah ini
juga mengindikasikan permasalahan pada kedua aspek tersebut.
Dengan demikian, kualitas rumah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, dengan
kecenderungan masyarakat lebih memprioritaskan aspek struktur dan arsitektural dibandingkan aspek lainnya.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya peningkatan kualitas rumah. | en_US |