| dc.description.abstract | Malaria masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya resistensi
plasmodium falciparum terhadap obat antimalaria. Penelitian ini bertujuan
merancang kandidat antimalaria turunan kalkon dengan variasi substituen hidroksi
(–OH), tiometoksi (–SCH3), bromo (–Br), bromofenil (–PhBr), dan kloro (–Cl)
menggunakan pendekatan in silico terhadap protein plasmodium falciparum
cytochrome bc1 complex (Pfbc1). Tahapan penelitian meliputi validasi target
protein, molecular docking, analisis binding pocket, molecular dynamics, dan
prediksi ADMET. Hasil validasi menunjukkan bahwa Pfbc1 merupakan target
molekuler yang potensial karena bersifat esensial, selektif terhadap parasit, dan
memiliki binding pocket yang sesuai untuk pengikatan ligan. Molecular docking
menunjukkan seluruh turunan kalkon mampu berinteraksi dengan residu asam
amino pada sisi aktif Pfbc1 melalui ikatan hidrogen, hidrofobik, π–π, π-alkyl, dan
gaya van der Waals, dengan senyawa bersubstituen bromofenil (PhBr) memiliki
afinitas pengikatan terbaik. Simulasi molecular dynamics menunjukkan Senyawa 1
membentuk kompleks protein–ligan paling stabil berdasarkan parameter RMSD
dan RMSF. Prediksi ADMET menunjukkan seluruh senyawa memiliki profil
farmakokinetik yang baik. Berdasarkan integrasi hasil docking, molecular
dynamics, dan ADMET, senyawa 1 berpotensi sebagai kandidat antimalaria untuk
dikembangkan melalui pengujian in vitro dan in vivo. | en_US |