Show simple item record

dc.contributor.authorParamitha, Nadya
dc.date.accessioned2026-08-20T02:54:35Z
dc.date.available2026-08-20T02:54:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66190
dc.description.abstractDismorfia otot merupakan kondisi dimana individu merasa tubuhnya tidak cukup besar atau berotot yang membuat munculnya perilaku olahraga berlebihan, diet ekstrem, hingga penggunaan steroid untuk memperbesar otot. Faktor psikologis seperti persepsi terhadap citra tubuh dan harga diri pun berperan dalam meningkatkan faktor risiko penyebab dismorfia otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan harga diri terhadap risiko dismorfia otot pada laki- laki yang aktif melakukan aktivitas kebugaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang kemudian diuji menggunakan analisis regresi linear berganda. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 117 responden dengan kriteria: berjenis kelamin laki-laki, berusia minimal 18 tahun, dan sedang aktif melakukan aktivitas kebugaran. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Muscle Dysmorphic Disorder Inventory (MDDI), Body Appreciation Scale (BAS-2), dan Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran citra tubuh dan harga diri secara simultan terhadap risiko dismorfia otot. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa citra tubuh dan harga diri secara parsial memiliki peran terhadap risiko dismorfia otot. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas kebugaran tidak hanya berkaitan dengan latihan pembentukan otot, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti citra tubuh dan harga diri.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCitra Tubuh, Harga Diri, Dismorfia Otot, Laki-Lakien_US
dc.titlePeran Citra Tubuh dan Harga Diri terhadap Risiko Dismorfia Otot pada Laki-Lakien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22320339


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record