| dc.description.abstract | Industri manufaktur komposit karbon memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang
tinggi akibat keterlibatan bahan kimia berbahaya, peralatan mekanis, serta partikel
debu serat karbon. PT. Yogya Aero Komposit Industri mencatat 66 kasus
kecelakaan kerja dalam enam bulan terakhir, meliputi tertimpa cetakan, tergores
material, terpapar bahan kimia, hingga kelelahan fisik dan mental. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta merumuskan rekomendasi
pengendalian risiko yang tepat di PT. Yogya Aero Komposit Industri dengan
menerapkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining
Control (HIRADC) dan Job Safety Analysis (JSA). Evaluasi dilakukan pada enam
tahapan produksi: persiapan cetakan, prepare material, lay-up serat karbon,
vacuum infusion, trimming, dan finishing. Data dikumpulkan melalui observasi
langsung, wawancara ahli HSE, dan pengamatan lapangan. Hasil identifikasi
menemukan 16 potensi bahaya, dengan rincian risiko sebesar 18,75% kategori
tinggi (high risk), 25% sedang (moderate risk), dan 56,25% rendah (low risk).
Aktivitas dengan risiko tertinggi diidentifikasi pada proses vacuum infusion dan
trimming. Rekomendasi pengendalian risiko disusun berdasarkan prinsip hierarchy
of control. Setelah penerapan rekomendasi tersebut, seluruh aktivitas dengan
kategori risiko tinggi berhasil diturunkan menjadi kategorisedang atau rendah. | en_US |