Uji Potensi Antimalaria Senyawa Turunan Chalcone secara In Silico terhadap Protein Plasmodium falciparum Dihydrofolate Reductase–Thymidylate Synthase (PfDHFR-TS)
Abstract
Resistensi Plasmodium falciparum terhadap obat antimalaria golongan antifolat
yang terus meningkat mendorong pengembangan senyawa antimalaria baru.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pola interaksi molekular, stabilitas kompleks
ligan–protein, dan profil ADMET lima senyawa turunan chalcone baru yang
dirancang dengan variasi substituen cincin A posisi 4 (OH, Cl, Br, PhBr, dan SMe)
serta substituen cincin B posisi 3,5-dibromo terhadap protein Plasmodium
falciparum dihydrofolate reductase–thymidylate synthase (PfDHFR-TS; PDB ID:
1J3K) secara in silico. Penelitian dilakukan melalui validasi protein target, analisis
binding pocket, molecular docking, molecular dynamics selama 200 ns, dan
prediksi ADMET. Hasil penelitian menunjukkan PfDHFR-TS layak digunakan
sebagai target antimalaria dan seluruh senyawa mampu berikatan pada kantong
aktif protein. Molecular docking menghasilkan nilai binding affinity berkisar antara
−8,4 hingga −9,2 kcal/mol dengan Senyawa 4 menunjukkan afinitas pengikatan
tertinggi. Simulasi molecular dynamics menunjukkan seluruh kompleks stabil
berdasarkan nilai RMSD protein 1,868–2,263 Å, RMSD Ligand Move 5,938–7,472
Å, serta nilai RMSF maksimum 5,55–7,77 Å. Prediksi ADMET menunjukkan
seluruh senyawa memiliki profil farmakokinetik yang baik, dan Senyawa 5
memiliki profil toksisitas terbaik. Berdasarkan integrasi seluruh hasil, Senyawa 5
merupakan kandidat inhibitor PfDHFR-TS yang paling prospektif untuk
dikembangkan sebagai kandidat antimalaria baru.
Collections
- Chemistry [794]
