| dc.description.abstract | Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh kombinasi logam, suhu, dan waktu
reaksi terhadap konversi asam laurat, pembentukan CO2, serta parameter kinetika
dan termodinamika pada reaksi dekarboksilasi oksidatif asam laurat. Reaksi
dilakukan menggunakan kombinasi logam Mn(II)-Cu(II), Mn(II)-Fe(III), Zn(II)-
Cu(II), Zn(II)-Fe(III), Ni(II)-Cu(II), dan Ni(II)-Fe(III) dalam pelarut N,N-
dimetilformamida (DMF) dengan udara sebagai oksidator pada suhu 80, 95, 105,
dan 110 oC selama 120 menit. Analisis dilakukan secara titrimetri, sedangkan
parameter kinetika dan termodinamika ditentukan menggunakan persamaan
Arrhenius dan Van't Hoff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu
dan waktu reaksi meningkatkan konversi asam laurat serta pembentukan CO2.
Kombinasi logam Mn(II)-Cu(II) menunjukkan kinerja terbaik berdasarkan
indikator tidak langsung, yaitu konversi asam laurat dan pembentukan CO2, dengan
pembentukan CO2 sekitar 18 mmol dan konversi asam laurat sebesar 16,9% pada
suhu 110 oC. Reaksi mengikuti model kinetika orde kedua dengan nilai konstanta
laju reaksi tertinggi sebesar 1,81 × 10-4
s
-1
pada kombinasi logam Mn(II)-Cu(II).
Energi aktivasi terendah diperoleh pada Zn(II)-Fe(III) sebesar 14,22 kJ/mol,
sedangkan faktor frekuensi tertinggi diperoleh pada Zn(II)-Cu(II) sebesar 3,68 ×
101
s
-1
. Analisis termodinamika menunjukkan bahwa reaksi bersifat endotermik
dengan ΔH sebesar 10,13-31,41 kJ/mol dan tidak spontan dengan nilai ΔG sebesar
5,60-13,00 kJ/mol, dengan sebagian besar kombinasi logam menghasilkan nilai ΔS
positif. | en_US |