Usulan Strategi Perawatan Stasiun Gilingan Berdasarkan Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan FMEA untuk Meningkatkan Efektivitas Produksi di PT Madubaru
Abstract
PT Madubaru merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri gula dan alkohol
di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu stasiun yang berperan penting dalam proses
produksi adalah stasiun gilingan yang berfungsi untuk mengekstraksi nira tebu.
Permasalahan yang terjadi pada stasiun ini adalah tingginya frekuensi kerusakan mesin
yang menyebabkan downtime sehingga efektivitas produksi belum mencapai standar
world class. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas stasiun gilingan
menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi
komponen kritis menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta
merancang usulan strategi perawatan untuk meningkatkan efektivitas produksi.
Penelitian menggunakan data downtime, waktu operasi, dan data produksi selama musim
giling tahun 2025 yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan nilai Availability sebesar 84,50%, Performance sebesar
95,81%, Quality sebesar 100%, sehingga diperoleh nilai OEE sebesar 80,95%, yang
masih berada di bawah standar world class sebesar 85%. Analisis Six Big Losses
menunjukkan bahwa Equipment Failure Losses dan Setup and Adjustment Losses
merupakan faktor kerugian yang paling dominan. Hasil analisis FMEA menunjukkan
bahwa Coupling Turbin (RPN = 288), Rol Gilingan (RPN = 245), dan Baut Suri-Suri
(RPN = 240) menjadi komponen prioritas perbaikan. Berdasarkan hasil tersebut,
diusulkan strategi perawatan berupa SOP/Instruksi Kerja, jadwal preventive maintenance,
serta pemodelan proses bisnis menggunakan Bizagi untuk meningkatkan efektivitas
proses perawatan dan mendukung peningkatan keandalan mesin.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
