| dc.description.abstract | Air tanah di kawasan dataran rendah sekitar Rawa Pening masih
dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan domestik, namun peningkatan
aktivitas pertanian dan permukiman berpotensi menurunkan kualitas air tanah
akibat pencemaran logam berat Kadmium (Cd). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi konsentrasi Cd, menganalisis distribusi spasialnya
menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW), serta
mengkaji keterkaitan kondisi lingkungan dan aktivitas penggunaan lahan
terhadap pola sebaran Cd. Penelitian dilakukan pada delapan titik sampling
sumur warga dengan pengukuran parameter in situ berupa pH, suhu,
Electrical Conductivity (EC), dan Total Dissolved Solid (TDS), serta
pengujian Cd menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass
Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cd
berkisar antara 0,00046–0,01075 mg/L, dengan satu titik melebihi baku mutu
Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil interpolasi spasial menunjukkan adanya
hotspot konsentrasi Cd di wilayah tengah penelitian yang mengindikasikan
pengaruh faktor lingkungan lokal dan aktivitas penggunaan lahan di sekitar
titik sampling. Hubungan antara parameter in situ dan konsentrasi Cd
menunjukkan korelasi yang relatif lemah, sehingga distribusi Cd tidak
dipengaruhi secara langsung oleh kondisi kualitas air tanah secara umum,
melainkan cenderung dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan dan aktivitas
setempat. Metode IDW mampu menggambarkan pola distribusi spasial Cd
secara cukup representatif dan mendukung identifikasi area yang berpotensi
mengalami pencemaran di kawasan sekitar Rawa Pening. | en_US |