Optimasi Reaksi Hidrolisis Selulosa dari Eceng Gondok Menggunakan Katalis Piperazin Dihidrogen Sulfat dan Mn²⁺ dengan Penilaian Proses Menggunakan Analytical Greenness (AGREE)
Abstract
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan biomassa lignoselulosa yang
berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber glukosa melalui proses hidrolisis selulosa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh katalis piperazin dihidrogen sulfat,
ion Mn2+, suhu, dan sistem pelarut terhadap hidrolisis selulosa eceng gondok serta
mengevaluasi tingkat kehijauan metode menggunakan Analytical GREEnness
(AGREE). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan reaktor batch
dengan selulosa hasil isolasi eceng gondok sebagai substrat. Hidrolisis dilakukan
menggunakan piperazin dihidrogen sulfat sebagai katalis dan Mn2+ sebagai ko-katalis
dalam medium air maupun campuran air–asetonitril. Kadar glukosa dianalisis
menggunakan metode DNS dengan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan tingkat
kehijauan metode dinilai menggunakan AGREE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan Mn2+ meningkatkan hidrolisis selulosa dari 35,35% menjadi 41,40% dan
konversi glukosa dari 13,37% menjadi 15,26%. Hidrolisis tertinggi sebesar 49,48%
diperoleh pada sistem pelarut campuran air–asetonitril dengan penambahan Mn2+ pada
suhu 85°C. Evaluasi AGREE menghasilkan skor 0,64 yang menunjukkan metode
berada pada kategori cukup hijau. Dengan demikian, kombinasi piperazin dihidrogen
sulfat dan Mn2+ berpotensi menjadi sistem katalitik yang lebih ramah lingkungan untuk
konversi biomassa eceng gondok menjadi glukosa.
Collections
- Chemistry [794]
