Hubungan antara Kontrol Diri dan Pembelian Impulsif pada Mahasiswa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat kebersyukuran (gratitude) dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi pensiun. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kebersyukuran dengan kecemasan menghadapi pensiun pada pegawai. Semakin meningkat tingkat kebersyukuran maka tingkat kecemasan dalam menghadapi pensiun yang dialami pegawai semakin rendah, sebaliknya jika tingkat kebersyukurannya menurun maka tingkat kecemasan dalam menghadapi pensiunnya semakin tinggi.Subjek penelitian ini adalah pegawai PT. Kereta Api (Persero) Bandung yang berusia antara 50-56 tahun melalui teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat ukur yang digunakan ada dua, yaitu skala kebersyukuran (30 aitem yang bergerak 0,343 – 0,643 dengan koefisien reliabilitas alpha 0,851) yang disusun dengan mengacu pada konsep Islam dari teori Al-Jauziyah (2006). Skala Kecemasan Menghadapi Pensiun (36 aitem yang bergerak 0,320 – 0,838 dengan koefisien reliabilitas alpha 0,920) yang disusun dengan mengacu pada teori kecemasan menghadapi pensiun Hapsari (2008).Teknik penghitungan dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0 for windows. Uji asumsi yang dilakukan menunjukkan kedua variabel kebersyukuran dan kecemasan menghadapi pensiun berdistribusi normal (kebersyukuran $KS-Z = 0,783$ dengan nilai $p = 0,572$ ($p > 0,05$), kecemasan menghadapi pensiun $KS-Z = 1,239$ dengan nilai $p = 0,093$ ($p > 0,05$). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui melalui uji korelasi product moment dari Pearson yang menunjukkan ada hubungan negatif antara kebersyukuran dengan kecemasan menghadapi pensiun ($r = -0,332$ dan $p = 0,016$), artinya semakin meningkat tingkat kebersyukuran responden maka semakin menurun tingkat kecemasan menghadapi pensiun yang dialami, sebaliknya jika semakin menurun tingkat kebersyukuran responden maka semakin tinggi tingkat kecemasan menghadapi pensiun yang dialami.
Collections
- Psychology [1337]
