Show simple item record

dc.contributor.authorSulistiani
dc.date.accessioned2026-08-15T04:24:31Z
dc.date.available2026-08-15T04:24:31Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66053
dc.description.abstractMeluasnya konten bertema standar pernikahan di platform TikTok telah mengonstruksi gambaran kehidupan rumah tangga yang ideal dan dalam beberapa kasus terbukti memengaruhi ekspektasi serta keputusan nyata penggunanya. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Januari hingga Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis konten dan netnografi yang didukung oleh text mining berbasis Python. Data diperoleh melalui dokumentasi digital terhadap 20 konten TikTok bertema standar pernikahan, analisis 8 video respons kreator, wawancara mendalam dengan 6 informan yang terdiri dari 5 orang belum menikah dan 1 orang sudah menikah, serta observasi interaksi audiens di ruang digital. Analisis menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann dan dievaluasi melalui perspektif sosiologi hukum keluarga Islam dengan tolok ukur prinsip sakinah, mawaddah, dan rahmah. Penelitian ini bertujuan: Pertama, menganalisis bagaimana standar pernikahan ideal dikonstruksi melalui narasi konten TikTok; Kedua, menelaah implikasi konsumsi konten tersebut terhadap perubahan cara pandang dan nilai pengguna mengenai kehidupan rumah tangga yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, konten TikTok membentuk standar pernikahan melalui tiga tema narasi yang dominan yaitu standar pekerjaan domestik, standar finansial, dan standar komunikasi, yang bekerja melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Ketiga tema tersebut bersifat dua sisi, sebagian selaras dengan prinsip mu'āsyarah bi al-ma'rūf, sunnah Rasulullah SAW, dan prinsip mubādalah dalam Islam, namun sebagian lainnya cenderung menetapkan standar yang terlalu kaku dan berpotensi menggeser tujuan pernikahan dari nilai spiritualnya menjadi perhitungan yang bersifat material; Kedua, konsumsi konten standar pernikahan di TikTok menghasilkan tiga pola respons pengguna yaitu afirmatif, kritis-reflektif, dan selektif- adaptif. Dari delapan kreator yang dianalisis, dua berada pada pola afirmatif, empat kritis-reflektif, dan dua selektif-adaptif, sementara seluruh informan wawancara menunjukkan kecenderungan kritis-reflektif dan selektif-adaptif, yang membuktikan bahwa pengguna bukan penerima pasif melainkan aktor yang aktif menyaring narasi digital berdasarkan nilai yang sudah mereka pegang sebelumnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStandar Pernikahan, TikTok, Konstruksi Sosial, Hukum Keluarga Islam, Netnografi, Sakinah Mawaddah Rahmah.en_US
dc.titleAnalisis Konten Standar Pernikahan dalam TikTok Populer: Perspektif Sosiologi Hukum Keluarga Islamen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22421051


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record