Hubungan antara Kepuasan terhadap Pelayanan Rumah Sakit dengan Motivasi Berobat Rutin pada Pasien Berpenyakit Kronis
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis apakah ada hubungan positif antara kepuasan terhadap pelayanan rumah sakit dengan motivasi berobat rutin pada pasien berpenyakit kronis. Hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kepuasan terhadap pelayanan rumah sakit dengan motivasi berobat rutin pada pasien berpenyakit kronis. Semakin tinggi kepuasan terhadap pelayanan rumah sakit, semakin tinggi pula motivasi berobat rutin pada pasien berpenyakit kronis.Subyek dalam penelitian ini adalah pasien berpenyakit kronis yang melakukan pengobatan rutin untuk kesembuhan penyakit yang dideritanya, bertempat tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti proses berobat dalam waktu yang lama (lebih dari dua kali). Subyek penelitian berjumlah 71 responden, terdiri dari 41 laki-laki dan 30 perempuan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini dibuat sendiri oleh peneliti. Adapun skala yang digunakan adalah skala Motivasi Berobat Rutin dengan mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Siagian (1995), Davidoff (1991), dan skala Kepuasan Pasien dengan mengacu pada aspek-aspek yang dituliskan oleh Garvin (Tjiptono, 1996).Metode analisis data yang digunakan menggunakan program SPSS versi 12.0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara kepuasan terhadap pelayanan rumah sakit dengan motivasi berobat rutin pada pasien berpenyakit kronis. Hasil korelasi product moment dari Pearson menunjukan angka korelasi sebesar $r = 0.336$ dan $p = 0.002$ ($p < 0.01$) yang artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kepuasan terhadap pelayanan rumah sakit dengan motivasi berobat rutin pada pasien berpenyakit kronis. Jadi hipotesis penelitian diterima.
Collections
- Psychology [1337]
