Hubungan antara Spritualitas dengan Resiliensi pada Remaja yang Orang Tua Bercerai
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara spiritualitas dengan resiliensi pada remaja yang orangtuanya bercerai. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara spiritualitas dengan resiliensi pada remaja yang orangtuanya bercerai. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 62 orang dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang berdomisili di kota Medan. Subjek yang dipilih adalah subjek dengan rentang usia antara 14-19 tahun. Pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala spiritualitas yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Elkins,dkk (1998) dengan jumlah 46 aitem, dan skala resiliensi yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatte (2002) dengan jumlah 27 aitem. Metode analisis data yang lakukan dalam penelitian ini menggunakan Product Moment dari Pearson. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara spiritualitas dengan resiliensi pada remaja yang orangtuanya bercerai ($r = 0.767$ dengan $p=0.000$ ($p<0.05$) $\rightarrow$ hipotesis diterima). Spiritualitas memberikan kontribusi terhadap tingkat resiliensi sebesar 58.8%.
Collections
- Psychology [1337]
