Penyesuaian Diri pada Remaja dengan Kelainan Pigmentasi Albinisme
Abstract
Pada dasarnya setiap makhluk hidup mendambakan mempunyai kondisi fisik yang normal, dimana tidak ada perbedaan yang terlalu terlihat antara satu dan lainnya yang berdampak pada penerimaan lingkungan terhadapnya. Remaja dalam proses perkembangannya akan mengalami penyesuaian diri dengan lingkungannya agar dapat diterima keberadaannya. Remaja dengan kelainan pigmentasi albinisme harus melakukan penyesuaian diri lebih keras dari remaja pada umumnya yang memiliki kondisi fisik normal. Penelitian ini terdiri dari dua orang responden yaitu remaja yang memiliki kelainan pigmentasi albinisme yang tinggal di kota Yogyakarta dan kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik in depth interview (wawancara mendalam). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses penyesuaian diri tiap remaja mengalami sedikit perbedaan sebagai pendukung selama melakukan proses tersebut. Responden pertama dan kedua sama-sama mengalami masa dimana lingkungan menganggap kedua responden berbeda dan seakan terdapat jarak diantara kedua responden dengan sekitarnya. Pada responden pertama memanfaatkan kemampuan dalam hal musikalitas untuk menunjukkan bahwa responden juga memiliki kelebihan, responden pertama juga mengubah warna rambutnya menjadi hitam, kemudian melakukan perawatan pada kulit dan fitnes. Pada responden kedua, proses penyesuaian diri berjalan seiring dengan responden yang membuktikan bahwa seorang remaja yang memiliki kelainan pigmentasi albinisme juga dapat berprestasi di sekolah serta perkuliahan. Sikap penyesuaian diri kedua responden juga tidak lepas dari faktor pendukung, dimana faktor pendukung datang dari dalam diri individu, dukungan dari keluarga serta teman terdekat.
Collections
- Psychology [1337]
