| dc.description.abstract | Pabrik asam akrilat memberikan prospek yang sangat baik, mengingat kebutuhan asam akrilat di Indonesia yang semakin meningkat. Pabrik ini direncanakan dibangun di Cilegon, Provinsi Banten, pada tahun 2020 ditanah seluas 10.979 m 2 dengan kapasitas produksi 40.000 ton/tahun. Pabrik kimia ini akan dioperasikan selama 330 hari atau 24 jam sehari dengan total 145 karyawan. Bahan baku yang dibutuhkan adalah propilen sebanyak 35.651,6637 ton/tahun dan udara 170.274,2116 ton/tahun. Proses produksi akan dioperasikan pada suhu 250°C dan tekanan sekitar 1,8 atm untuk tahap pertama dan pada suhu 300oC dan tekanan sekitar 1,8 atm untuk tahap kedua. Reaksi ini digunakan reaktor fixed bed multitube, sebagai pendingin reaktor digunakan dowtherm A. Reaksi yang terjadi memiliki konversi sebesar 99,5% untuk tahap pertama dan 98,5% untuk tahap kedua sehingga didapat produk asam akrilat, air, dan asam asetat. Pada pabrik ini diperlukan air untuk proses utilitas sebesar 3.175,0210 kg/jam, 5.810,7101 kg/jam uap, dan 188,6382 kWh tenaga listrik yang disediakan oleh PLN dan juga perlu generator sebagai cadangan. Sebuah penghitungan parameter setelah pajak adalah persentase Return On Investment (ROI) 56,32%, Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 1,63 tahun, Discounted Cash Flow (DCF) 35%, Break Even Point (BEP) 40,29%, sedangkan Shut Down Point (SDP) 33,24%. Dari analisis di atas menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga dapat disimpulkan pabrik ini menarik dan tepat untuk didirikan. | en_US |