| dc.description.abstract | Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Di dalam proyek konstruksi terdapat berbagai sumber daya, manajer proyek harus dapat mengelola sumber daya tersebut secara efesien dan efektif. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui jumlah waktu yang dapat dipercepat dan berapa besar biaya yang akan dikeluarkan. Pada proyek Pembangunan Resid Fluid Catalyric Cracking yang berlokasi di Cilacap dipilih sebagai tempat studi penelitian karena mengalami keterlambatan pekerjaan. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain menyusun jaringan kerja dengan metode Program Evolution and Review Technique, mengidentifikasi jalur kritis dan jalur non kritis dan melakukan analisa perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek. Hasil perhitungan menunjukkan waktu pelaksanaan normal proyek adalah 334 hari dan biaya normal sebesar Rp. 4.250.000.000, dengan menambah 14 pekerja maka dapat mempercepat waktu sebanyak 51 hari dengan tambahan biaya sebesar Rp. 4.947.825.102. Pada bagian equipment yang semula Rp 1.006.000.000 setelah terjadi crashing time maka pada bagian equipment berkurang menjadi Rp 905.500.000. Penambahan pekerja sebaiknya dilakukan pada pekerjaan-pekerjaan yang kritis, apabila dilakukan pada semua, maka hanya akan menambah biaya saja sementara waktu yang dipercepat tetap. | en_US |