| dc.description.abstract | Pabrik Metil Akrilat memberikan prospek yang sangat baik, mengingat kebutuhan Metil Akrilat di Indonesia yang semakin meningkat. Desain awal pabrik Metil Akrilat dari Asam Akrilat dan Metanol direncanakan dibangun di Cilegon, Provinsi Banten, di tanah seluas 26.089,5 m2 dengan kapasitas produksi 40.000 ton/tahun. Pabrik kimia ini akan dioperasikan selama 330 hari atau 24 jam sehari dengan total 266 karyawan. Bahan baku yang dibutuhkan adalah Asam Akrilat sebanyak 33.839,60 ton/tahun dan Metanol 15.096,67 ton/tahun. Proses produksi dijalankan dengan kondisi operasi pada suhu 80 °C dan tekanan sekitar 3 atm, didalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk dan digunakan coil sebagai pendingin reaktor. Reaksi berlangsung dengan konversi 65%, sehingga didapat produk Metil Akrilat dan air. Diperlukan air dalam pabrik ini untuk proses utilitas sebesar 380.497,94 kg/jam, 57.526,12 kg/jam uap, dan 460 kWh tenaga listrik yang disediakan oleh PLN dan juga perlu generator sebagai cadangan. Sebuah parameter kelayakan pendirian pabrik menggunakan analisis ekonomi dengan modal total investasi sebesar Rp 793.183.025.774 terdiri dari Penanaman Modal Tetap sebesar Rp 251.716.290.587, dan Modal Kerja sebesar Rp 541.466.735.187. Total Biaya Rp 1.185.319.669.965 dan Penjualan Tahunan Rp 1.320.000.000.000 sehingga didapatkan keuntungan sebelum pajak Rp 134.680.330.034, dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp 107.744.264.027. Sebuah penghitungan parameter setelah pajak adalah persentase Return On Investment (ROI) 42,8%, Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 1,89 tahun, Discounted Cash Flow (DCF) 28,93%, Break Event Point (BEP) 44,71%, sedangkan Shut Down Point (SDP) 30,25%. Dari analisis di atas menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga dapat disimpulkan pabrik ini menarik dan tepat untuk didirikan. | en_US |