Implementasi Lean Manufacturing dalam Mengeliminasi Waste guna Meningkatkan Kapabilitas Produksi (Studi Kasus: Salak Cristal Sri Sujarwati)
Abstract
Cristal Sri Sujarwari merupakan industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang kuliner daerah yang membuat aneka olahan makanan berbahan dasar salak. Untuk bertahan dan dapat memenangkan persaingan industri maka Cristal Sri Sujarwati dituntut untuk dapat meningkatkan peformansinya. Namun pada kenyataannya banyak terjadi pemborosan pada proses pemenuhan order yang ditandai dengan tidak efektif dan efisiennya kerja. Dalam penelitian ini lean manufacturing digunakan untuk mengidentifikasi dan mengeleminasi waste sehingga perusahaan dapat meningkatkan performanya dalam memenangkan persaingan industri. Lean manufacturing adalah sebuah pendekatan sistemik dan sistematik uang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengeleminasi pemborosan (waste). Konsep lean ini digunakan untuk meningkatkan responsiveness melalui usaha pengurangan waste, continuous improvement dan cost reduction. Waste sendiri didefinisikan sebagai aktivitas yang menggunakan ruang, biaya dan waktu yang tidak berkontribusi terhadap permintaan konsumen. Dalam upaya mengidentifikasi dan mengeleminasi waste tersebut, digunakan tools value stream mapping, kuesioner pembobotan waste, value stream analysis tools, dan fishbone diagram. Dari hasil penelitian, waste dominan pada proses produksi adalah waste defect, waiting, dan unnecessary inventory. Ketiga waste tersebut kemudian dicari akar penyebabnya menggunakan fishbone diagram dan diberikan rekomendasi perbaikan. Untuk mengeleminasi waste yang ada digunakan, detailed mapping tools pada VALSAT adalah process activity mapping (PAM). Dari hasil analisis menggunakan rekomendasi perbaikan, didapatkan pengurangan lead time sebesar 80 menit. Dari hasil analisis menggunakan PAM, terdapat pengurangan aktivitas NVA dari 3,10% menjadi 1,01%.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
