Identifikasi dan Pengendalian Risiko Bahaya Kerja Menggunakan Metode FMEA dan AHP di UD Dua Putra
Abstract
Keselamatan dan Kesahatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan industri
yang berkaitan langsung dengan perlindungan tenaga kerja dari potensi kecelakaan dan
penyakit akibat kerja. UD. Dua Putra merupakan Perusahaan skala kecil-menengah yang
bergerak di bidang produksi tepung tapioca di Pati, Jawa Tengah. Berdasarkan observasi,
Perusahaan belum memiliki standar operasional K3 yang memadai. Penelitian ini
dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menganalisis Tingkat Risiko,
serta memberikan usulan pengendalian risiko menggunakan metode Failure Mode and
Effect Analysis (FMEA) serta Analytical Hierarchy Process (AHP) pada aktivitas
produksi di UD. Dua Putra. Ditemukan 15 potensi bahaya pada 7 aktivitas produksi terdiri
dari penerimaan bahan baku, pengupasan singkong, pencucian singkong, pemarutan,
pengendapan sari sari singkong, penjemuran, dan pengemasan. Hasil analisis
menunjukkan potensi bahaya dengan risiko tertinggi terdapat pada aktivitas pengemasan
yaitu debu pati terhirup oleh pekerja dengan skor RPN sebesar 168 (Hard) yang
disebabkan minimnya sirkulasi udara didalam Gudang. Hasil analisis AHP menunjukkan
bahwa alternatif pengendalaian administratif menjadi rekomendasi prioritas utama
dengan skor tertinggi sebesar 0,426, berupa rotasi kerja bagian pengemasan dengan divisi
lain, penjadwalan pembersihan Gudang, dan edukasi pekerja terkait bahaya paparan debu.
Perencanaan mekanis seperti pemasangan sistem ventilasi direkomendasikan sebagai
Solusi jangka Panjang, sementara penggunaan APD sebagai perlindungan tambahan pada
Tingkat individu.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
