| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan penyesuaian diri dan perilaku bullying remaja. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kemampuan penyesuaian diri dan perilaku bullying remaja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 117 siswa kelas X (sepuluh) Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu (a) skala perilaku bullying (35 aitem) yang mengacu pada aspek bullying dari Olweus (1993) dengan α=0,905 dan (b) skala kemampuan penyesuaian diri (21 aitem) yang mengacu pada aspek penyesuaian diri dari Rumyon dan Haber (Ningrum, 2013) dengan α=0,772. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kemampuan penyesuaian diri dan perilaku bullying remaja (r= -0,472 dengan p= 0,000 (p<0,01)), yaitu semakin tinggi kemampuan penyesuaian diri yang dimiliki maka semakin rendah perilaku bullying pada remaja. Analisis koefisien determinasi (r²) menunjukkan sumbangan kemampuan penyesuaian diri sebesar 22,2% terhadap perilaku bullying remaja. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis penelitian diterima. | en_US |