| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara workaholism dengan kesiapan menikah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara Workaholism dengan Kesiapan menikah. Karakteristik subyek penelitian ini adalah wanita yang sudah bekerja yang sedang menjalani hubungan (pacaran, tunangan, memiliki calon suami) dan belum menikah berusia mulai dari 20 tahun. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Pengambilan data menggunakan dua skala, skala Kesiapan Menikah (Farid, 2008) berdasarkan aspek-aspek dari Shihab dan (WART) (Flowers and Robinson, 2002). Data yang telah terkumpul di proses dengan analisis Product moment. Berdasarkan hasil uji normalitas data penelitian tidak representatif, kesiapan menikah p = 0.004 (p < 0.05) dan workaholism p = 0.000 (p < 0.05). Berdasarkan ditemukan bahwa Semakin tinggi workaholism, maka semakin rendah kesiapan menikah, begitu sebaliknya. Semakin rendah workaholism, maka semakin tinggi kesiapan menikah r = -0.811 p = 0.001 (p < 0.01). | en_US |