| dc.description.abstract | Preventive maintenance dapat melakukan perawatan terhadap spare-part yang dimiliki perusahaan terutama yang memiliki laju / tingkat kerusakan yang tinggi, serta menjadwalkan penggantian spare-parts sehingga dapat meminimalisasi tingkat breakdown, semakin kecil tingkat kerusakan, maka keuntungan yang diharapkan akan semakin besar. PT. Jogja Tugu Trans selaku operator dari bus Trans Jogja telah menerapkan pemeliharaan dan perawatan mesin secara berkala berdasarkan jarak tempuh yaitu pada tiap 9000-10.000 kilometer, namun terdapat masalah dan ditemukan bahwa tingkat kerusakan mesin cukup sering terjadi. Sehingga perlu adanya revisi dan evaluasi terhadap sistem perawatan yang ada dengan cara memprediksikan waktu yang tepat dalam menentukan waktu perawatan mesin dan penggantian komponen mesin. Pada penelitian ini di gunakan model perawatan preventive dengan menentukan komponen kritis, Mean Time To Failure (MTTF) merupakan selang waktu kerusakan, Mean Time To Repair (MTTR) merupakan selang waktu perbaikan, interval perawatan penggantian preventive untuk menentukan waktu terbaik melakukan penggantian, Frekuensi dan Interval pemeriksaan untuk menentukan waktu pemeriksaan dan keandalan sebelum dan sesudah dilakukannya perawatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komponen kritis adalah kampas kopling dengan total downtime sebesar 1215 menit dan prosentasenya 25 % dari downtime kumulatif semua komponen. Kampas Kopling akan rusak setelah beroperasi selama 97 hari waktu penggantian dilakukan setelah beroperasi selama 83 hari dengan waktu perbaikan maksimal selama 2,5 jam. Pemeriksaan dilakukan setiap 31 hari atau 1 bulan sekali seteh pemeriksaan terakhir. pada waktu perawatan maksimal yaitu pada waktu 92895,26 menit nilai keandalan sebelum perawatan sebesar 0,425 dan sesudah dilakukan perawatan sebesar 0,486. Yang artinya dengan menerapkan usulan waktu perawatan preventive, adanya kenaikan tingkat keandalan sebesar 0,06 dan keandalan dapat terus terjaga pada tingkat yang tinggi dan mesin tersebut dapat kembali handal dalam operasinya. | en_US |