Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pengobatan Nabawi Berbasis Madu di Kecamatan Kota Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu
Abstract
Latar belakang: Pengobatan nabawi, khususnya penggunaan madu, kembali
diminati masyarakat muslim seiring meningkatnya kesadaran kesehatan dan
pencarian terapi alami bernilai spiritual. Kecamatan Kota Argamakmur memiliki
karakteristik religius dan ketersediaan madu lokal. Namun, belum terdapat data
empiris mengenai tingkat pengetahuan masyarakat terkait madu sebagai
pengobatan nabawi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan
masyarakat tentang pengobatan nabawi berbasis madu di Kecamatan Kota
Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif observasional
dengan pendekatan potong lintang pada 120 responden berusia >18 tahun
menggunakan accidental sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif analitik
melalui analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk data nominal dan uji
spearman untuk data ordinal.
Hasil: Sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar
74,2%, cukup 23,3% dan buruk 2,5%. Tingkat pendidikan menunjukkan hubungan
bermakna terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai sig.(2-sided) 0,028 ( p<0,05),
sedangkan jenis kelamin (p= 0,749), usia (p=0,063), dan pekerjaan (p=0,063) tidak
menunjukkan hubungan bermakna.
Kesimpulan: Masyarakat Kecamatan Kota Argamakmur memiliki tingkat
pengetahuan yang baik tentang pengobatan nabawi berbasis madu dan tingkat
pendidikan menjadi faktor yang memengaruhi pengetahuan masyarakat.
Collections
- Pharmacy [2101]
