| dc.description.abstract | Dekarboksilasi oksidatif merupakan salah satu metode yang berpotensi
menghasilkan biohidrokarbon melalui penghilangan gugus karboksil dari asam
lemak. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi katalis Mn(II)–Cu(II),
menentukan pengaruh variasi massa katalis dan temperatur terhadap konversi CO2,
menentukan parameter kinetika dan termodinamika reaksi, serta menganalisis
pengaruh kedua faktor beserta interaksinya terhadap konversi CO2. Karakterisasi
katalis dilakukan menggunakan SEM–EDX, sedangkan reaksi dekarboksilasi
oksidatif asam laurat dilakukan pada variasi massa katalis 2,1875 hingga 3,5000 g
dan temperatur 80 hingga 110 °C. Parameter kinetika ditentukan menggunakan
persamaan Arrhenius, sedangkan analisis statistik dilakukan dengan ANOVA dua
arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis Mn(II) memiliki morfologi
berbentuk batang (rod-like), sedangkan katalis Cu(II) didominasi struktur lembaran
beraglomerasi dengan unsur utama Mn, Cu, C, dan O. Peningkatan massa katalis
dan temperatur meningkatkan pembentukan CO2 hingga menghasilkan konversi
tertinggi sebesar 19,50%. Model kinetika orde dua memberikan kesesuaian terbaik
terhadap data percobaan, dengan massa katalis 3,0625 g menghasilkan parameter
kinetika paling representatif, sedangkan massa katalis 3,5000 g menghasilkan
konversi CO2 tertinggi. Analisis termodinamika menunjukkan peningkatan ΔH dan
ΔS serta penurunan ΔG seiring bertambahnya massa katalis, meskipun reaksi belum
berlangsung spontan pada kondisi penelitian. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa
massa katalis dan temperatur berpengaruh signifikan terhadap konversi CO2,
sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini
menunjukkan bahwa temperatur dan massa katalis merupakan faktor utama yang
memengaruhi efektivitas dekarboksilasi oksidatif asam laurat. | en_US |