| dc.description.abstract | Latar belakang: Antibiotik merupakan obat yang berperan penting dalam
pengobatan dan pencegahan infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat
dan berlebihan dapat meningkatkan kejadian resistensi antimikroba. Evaluasi
penggunaan antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan perlu dilakukan untuk
mengetahui pola penggunaan antibiotik sebagai dasar upaya pengendalian
resistensi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan kuantitas penggunaan
antibiotik pada pasien rawat jalan di RS Pratama Yogyakarta tahun 2025
menggunakan metode ATC/DDD dan DU90%.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif non-eksperimental dengan desain
retrospektif menggunakan data rekam medis pasien rawat jalan RS Pratama
Yogyakarta periode Januari-Desember 2025. Penggunaan antibiotik dianalisis
berdasarkan klasifikasi ATC sesuai pedoman WHO, dihitung dalam satuan
DDD/1000 kunjungan, kemudian dianalisis menggunakan metode DU90%.
Hasil: sebanyak 17 antibiotik yang termasuk dalam 8 golongan digunakan selama
periode penelitian. Amoksisilin memiliki tingkat penggunaan tertinggi sebesar
293,11 DDD/1000 kunjungan, diikuti sefiksim sebesar 145,20 DDD/1000
kunjungan, dan azitromisin sebesar 84,50 DDD/1000 kunjungan. Analisis DU90%
menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik didominasi oleh golongan β-laktam.
Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di RS Pratama
Yogyakarta tahun 2025 didominasi oleh golongan β-laktam dengan amoksisilin
sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan. Analisis menggunakan metode
ATC/DDD dan DU90% memberikan gambaran kuantitatif pola penggunaan obat
sebagai dasar evaluasi serta perencanaan kebutuhan obat di rumah sakit. | en_US |