| dc.description.abstract | Dorongan persaingan perdagangan dari waktu ke waktu menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya dengan cara pengiriman barang pesanan konsumen dengan tepat waktu. Dalam perusahaan manufaktur membutuhkan proses dengan penggunaan waktu proses dan material yang banyak, dan tentu dalam hal ini akan memungkinkan terjadinya waste yang tidak sedikit dalam proses pembuatan rak botol. Perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur khususnya furniture sering mengalami masalah seperti keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen / tidak sesuai dengan due date yang telah ditentukan. Berdasarkan latar belakang didapatkan permasalahan yang diangkat ialah mengapa quality rate pada bagian mill 1 rendah. Metode Value Stream Papping (VSM) digunakan untuk menyelesesaikan permasalahan yang ada. Fungsi dari value stream mapping adalah untuk memetakan proses pembuatan rak botol, sehingga dapat diketahui pada bagian mana yang terjadi permasalahan sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman. Setelah diketahui pada bagian mana yang mengalami permasalahan lalu digunakan fishbone diagram untuk mencari dari penyebab dan akibat dari permasalahan pembuatan rak botol. Penelitian ini dilakukan diperusahaan furniture yang terdapat di provinsi Jawa Tengah, kabupaten Klaten yang bernama PT. Alis Jaya Ciptatama, tujuan dari penelitian ini adalah mencari langkah perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman kepada konsumen. Dimana yang difokuskan dalam penelitian ini adalah pada bagian mill 1, karena pada bagian ini QC sebesar 40.65 % yang mengakibatan proses pengerjaan komponen menjadi 2 kali dan membuat waktu pengerjaan menjadi berulang. Dari hasil yang didapatkan pada permasalahan quality rate rendah dicari penyebab dari permasalahan tersebut dengan meneliti manusia, mesin, metode, lingkungan dan material. Sehingga dapat dibuat current state mapping pada proses tersebut yang setelah diperbaiki dan didapatkan jika tidak adanya pengerjaan berulang pada bagian mill 1 maka didapatkan quality rate 100% | en_US |