| dc.description.abstract | Latar belakang : Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama
morbiditas yang memerlukan terapi obat jangka pendek maupun jangka panjang.
Variasi penggunaan obat pada pasien rawat inap perlu dievaluasi secara kuantitatif
untuk menggambarkan pola penggunaan obat, mengidentifikasi kecenderungan
pemanfaatan obat, serta menyediakan informasi yang dapat mendukung
perencanaan dan pengelolaan obat di rumah sakit.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola penggunaan obat
kardiovaskular pada pasien rawat inap di RS Pratama Yogyakarta tahun 2025
menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose
(ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU90%).
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan
desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien rawat inap periode
Januari–Desember 2025. Analisis penggunaan obat dilakukan berdasarkan
klasifikasi ATC, dihitung dalam satuan DDD/100 hari rawat, kemudian dianalisis
menggunakan metode DU90%.
Hasil : Sebanyak 28 jenis kardiovaskular dari 11 golongan obat digunakan selama
periode penelitian. Amlodipin memiliki tingkat penggunaan tertinggi sebesar 44,62
DDD/100 hari rawat, diikuti kandesartan sebesar 26,96 DDD/100 hari rawat dan
furosemid sebesar 18,85 DDD/100 hari rawat. Analisis DU90% menunjukkan
bahwa penggunaan obat didominasi oleh golongan antihipertensi, terutama calcium
channel blocker dan angiotensin II receptor blocker.
Kesimpulan : Penggunaan obat kardiovaskular pada pasien rawat inap di RS
Pratama Yogyakarta tahun 2025 didominasi oleh golongan antihipertensi dengan
amlodipin sebagai obat yang paling banyak digunakan. Analisis menggunakan
metode ATC/DDD dan DU90% mampu memberikan gambaran kuantitatif
mengenai pola penggunaan obat yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi
penggunaan obat dan perencanaan kebutuhan obat di rumah sakit. | en_US |